Showing posts with label PLC. Show all posts
Showing posts with label PLC. Show all posts

Saturday, February 23, 2019

Instruksi MOV pada PLC Omron

February 23, 2019

Pada artikel ini kami akan membahas mengenai instruksi MOV pada PLC Omron.
Ladder Simbol
Instruksi MOV digunakan untuk menyalin / mengcopy data. Instruksi MOV memiliki dua parameter yaitu Source dan Destination, Source merupakan alamat dari data yang akan disalin, dan Destination merupakan tujuan dari data yang disalin.
Data Area yang dapat digunakan
Data akan disalin dari Source ke Destination saat masukan instruksi MOV dalam keadaan ON.
Sebagai contoh, dalam rangkaian dibawah ini kami akan menyalin data pada CIO 200 ke W0001, dalam rangkaian dibawah ini digunakan instruksi SFT untuk menggeser bit pada CIO 200.



Instruksi SHIFT pada PLC Omron

February 23, 2019

Pada artikel ini kami akan membahas mengenai instruksi SHIFT pada PLC omron.
Ladder simbol
Instruksi Shift digunakan untuk menggeser bit dalam area memori, penggeserannya dilakukan dari bit terendah ke bit tertinggi.
Instruksi SFT(010) memiliki dua parameter yaitu Starting word dan End word, starting word dan end word harus dalam data area yang sama, data akan digeser dimulai dari Starting word ke End word. Srarting word harus lebih kecil atau sama dengan End word, jika tidak maka program akan error.
Data Area yang dapat digunakan
Instruksi SFT pun memiliki tiga masukan yaitu Data input, Shift Input, dan Reset input. Data Input merupakan masukan yang menentukan nilai bit yang akan digeser, Shift Input digunakan untuk menggeser bit, Reset input merupakan masukan yang digunakan untuk mereset area memori menjadi 0. Jika Data Input dalam keadaan OFF, maka saat Shift Input diubah dari OFF menjadi ON bit yang digeser bernilai 0. Jika Data Input dalam keadaan ON, maka saat Shift Input diubah dari OFF menjadi ON bit yang digeser bernilai 1. Jika Reset Input ON, maka seluruh bit dalam register akan  menjadi 0 semuanya.

Sebagai contoh, dalam rangkaian dibawah kami mencoba pada Starting word 201 dan End word 201, maka alokasinya hanya sebesar 16 bit. Kami mencoba memasukan data On satu kali, lalu data OFF tiga kali, lalu ON dua kali, maka dapat dilihat data pada bit ke-5, 2, dan 0, bernilai 1 atau SET, dan pada bit ke-4, 3, dan 2 bernilai 0 atau RESET (kami menjadikan bit pada word 200 sebagai kontak normally open agar dapat secara mudah untuk dilihat).

Monday, February 18, 2019

Instruksi Counter pada PLC Omron

February 18, 2019

Pada artikel ini kami akan membahas penggunaan instruksi Counter pada PLC Omron secara sederhana.


Instruksi counter memiliki dua parameter yaitu Number Counter dan Set value, Number Counter diisi dengan nomer counter yang akan digunakan, sedangkan Set Value diisi dengan jumlah nilai counter. Dalam PLC Omron CP1L kita dapat menggunakan counter sebanyak 4096, dan nilai counternya pun dapat diisi dengan #0000 sampai #9999 (BCD), selain itu dapat juga diisi dengan nilai pada memori seperti IR, D, H.

Instruksi counter pun memiliki dua masukan yaitu Counter Input dan Reset Input. Nilai Present Value (PV) akan berkurang jika Counter Input berubah dari OFF ke ON, status CNT akan berubah menjadi ON jika Nilai PV sudah mencapai nilai 0. Nilai PV akan kembali ke nilai Set Value jika Reset Input berubah dari OFF ke ON, jika Reset Input dalam keadaan ON terus, maka nilai PV tidak akan berubah walaupun Counter Input berubah dai OFF ke ON. Perlu diperhatikan bahwa nilai yang terdapat dalam counter ini akan tetap ada walaupun PLC dimatikan, oleh karena  disarankan mersesetnya terlebih dahulu sebelum melakukan proses.
Sebagai contoh, program dibawah ini digunakan untuk menghidupkan Output jika tombol START telah lima kali dinyalakan.
Diagram pewaktuan

Walaupun instruksi CNT memiliki batasan dalam mencacah (0000 – 9999), tetapi Instruksi CNT  dapat dikombinasikan untuk mendapat nilai yang besar, sebagai contoh kita akan menghitung sebanyak 50.000 kali, kita bisa menggunakan 2 Instruksi CNT seperi rangkaian seperti gambar dibawah, Output akan aktif ketika CACAH aktif sebanyak 50.000 kali.

Instruksi Timer pada PLC Omron

February 18, 2019

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa cara penggunaan instruksi timer pada PLC Omron secara sederhana. 

Simbol Instruksi Timer
Timer merupakan instruksi pewaktuan, biasanya digunakan sebagai waktu tunda (delay). Terdapat dua parameter yaitu Timer Number dan Set Value, Timer number diisi dengan nomor timer yang akan digunakan, sedangkan Set Value diisi dengan nilai timer. Timer ini memiliki satuan 0.1 detik, sebagai contoh jika kita ingin menghitung waktu selama 5 detik, maka kita memasukan nilai 50 pada Set value. Pada PLC Omron CP1L, kita dapat menggunakan timer sebanyak 4096 buah timer, dan waktu maksimal yang dapat digunakan yaitu 999,9 detik.

Berikut merupakan beberapa cara menggunakan instruksi Timer dalam program PLC
1. On Delay
Timer akan digunakan untuk membuat sebuah aplikasi sangat sederhana, yaitu menghidupkan OUTPUT setelah 5 detik tombol START ditekan dan akan menahan status OUTPUT tetap ON selama tombol START juga ON. Perhatikan diagram pewaktuan berikut:

2. Off Delay
Timer akan digunakan untuk membuat sebuah aplikasi sangat sederhana, yaitu mematikan OUTPUT setelah 5 detik tombol START dimatikan. Perhatikan diagram pewaktuan berikut:

3. On-Off Delay
Timer akan digunakan untuk membuat sebuah aplikasi sangat sederhana, yaitu menghidupkan OUTPUT setelah 5 detik tombol START ditekan dan akan mematikan OUTPUT setelah 5 detik tombol START dimatikan. Perhatikan diagram pewaktuan berikut:

4. On Sesaat
Timer akan digunakan untuk membuat sebuah aplikasi untuk menghidupkan OUTPUT saat tombol START ditekan dan akan menahan status OUTPUT tetap ON  selama 5 detik. Tidak peduli tombol START di-ON sesaat atau lebih lama dari 5 detik Perhatikan diagram pewaktuan berikut:


Wednesday, February 6, 2019

Instruksi Dasar Pemrograman PLC (Programmable Logic Controller)

February 06, 2019

Pada artikel ini kami akan membahas secara singkat mengenai instruksi dasar pemrograman menggunakan ladder diagram / diagram tangga, diantaranya LD, LD NOT, AND, AND NOT, OR dan OR NOT.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam blog ini akan lebih condong menggunakan PLC Omron, maka pada instruksi dibawah pun kami menggunakan software CX-Programmer dari PLC Omron, pengalamat dan instruksinya pun menggunakan pengalamatan dan instruksi pada PLC Omron.

I: 0.00 adalah masukan, sementara untuk Q: 100.00 adalah keluaran. Biasanya masukan bisa berupa sensor yang memiliki logika nol atau satu seperti proximity sensor, push button, saklar, dan lainnya. Sementara untuk keluaran biasanya adalah lampu, kontaktor, pneumatik, hidrolik atau bahkan motor.

Instruksi LOAD dan LOAD NOT

Instruksi LOAD dan LOAD NOT menentukan kondisi eksekusi awal, oleh karena itu, dalam diagram ladder disambung ke bus bar sisi kiri.

Ladder Diagram LD dan LD NOT
Kode mnemonic LD dan LD NOT
Pada rung 0 terdapat Instruksi LD karena kontak yang digunakan merupakan kontak Normally Open, sedangkan pada rung 1 instruksinya LD NOT karena kontak yang digunakan merupakan kontak Normally Close.

Instruksi AND dan AND NOT

Prinsip logika AND  adalah logika DAN. Keluaran akan bernilai satu jika kedua masukan bernilai satu. Sehingga, ketika salah satu masukan bernilai nol maka keluaran akan bernilai nol. Hal tersebut membuat keluaran tidak aktif.

Biasanya hubungan logika dan itu adalah hubungan seri. Sementara logika AND NOT adalah kebalikan dari logika AND.

Jika dua atau lebih kontak disambung seri pada garis yang sama, kontak pertama berkait dengan instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya adalah instruksi AND atau AND NOT.
Ladder Diagram AND dan AND NOT
Kode mnemonic AND dan AND NOT
Secara singkatnya perbedaan antara instruksi AND dan AND NOT ini terletak pada kondisi kontak sesudahnya.

Instruksi OR dan OR NOT

Prinsip logika OR adalah logika Atau. Keluaran akan bernilai satu jika salah satu masukan bernilai satu. Sehingga, ketika kedua masukan bernilai nol maka keluaran akan bernilai nol. Hal tersebut membuat keluaran tidak aktif.

Biasanya hubungan logika dan itu adalah hubungan paralel. Sementara logika OR NOT adalah kebalikan dari logika OR.

Jika dua atau lebih kontak terletak pada dua instruksi terpisah dan disambung paralel, kontak pertama mewakili instruksi LOAD atau LOAD NOT dan sisanya mewakili instruksi OR atau OR NOT.
Ladder Diagram OR dan OR NOT
Kode mnemonic OR dan OR NOT
Secara singkatnya perbedaan antara instruksi OR dan OR NOT ini terletak pada kondisi kontak dibawahnya.



Alokasi Memori pada PLC Omron

February 06, 2019

Pada artikel ini kami akan membahas alokasi memori yang terdapat dalam PLC, sebagai contoh kami menggunakan PLC Omron CP1L, tabel berikut merupakan data yang diperoleh dari datasheet PLC Omron CP1L.


Memori pada PLC Omron
Input/Output Area merupakan bit terminal yang berhubungan dengan Input dan Output pada PLC. Sebagai contoh pada Input Area memiliki rentang dari Word 0 sampai Word 99 berarti memiliki 100 Word dengan setiap word berisi 16 bit, yang artinya PLC ini memiliki kapasitas input maksimal 1600 bit. Built-in Input Area merupakan bit terminal yang sudah terpasang dalam PLC tersebut yang jumlahnya tergantung pada jenis PLCnya. Secara sederhananya PLC ini dapat memiliki channel input dari 0.00 - 0.15, 1.00 - 1.15, ............... 99.00 - 99.15. Dan channel output dari 100.00 - 100.15, 100.00 - 100.15, ............... 199.00 - 199.15.

Work Area merupakan bit internal yang dapat digunakan dalam pemrograman, tetapi tidak berhubungan dengan Input/Output PLC.

TR (Temprary Relay) Area merupakan memori yang digunakan untuk menyimpan data semetara.

Holding Area merupakan memori yang tetap menyimpan data sebelumnya walaupun PLC dimatikan

Timers merupakan memori yang digunakan untuk timer yang berfungsi menghitung atau digunakan sebagai waktu tunda, pada PLC ini terdapat 4096 timer.

Counters merupakan memori yang digunakan untuk counter, pada PLC ini terdapat 4096 counter.

DM (Data Memory) Area merupakan memori yang dapat digunakan untuk menyimpan data Word, bukan dalam bit (On/Off).


Monday, February 4, 2019

Bahasa Pemrograman PLC (Programmable Logic Controller)

February 04, 2019

Pada artikel ini kita akan membahas bahasa pemrograman apa saja yang bisa digunakan untuk memprogram PLC (Programmable Logic Controller).

Unsur-Unsur Program
Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu alamat, instruksi, dan operand.

Alamat adalah nomor yang menunjukkan lokasi, instruksi, atau data dalam daerah memori. Instruksi harus disusun secara berurutan dan menempatkannya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi dilaksanakan mulai dari alamat terendah hingga alamat tertinggi dalam program.

Instruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. PLC hanya dapat melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. Oleh karena itu, pembuat program harus memperhatikan tata cara penulisan instruksi.

Operand adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk suatu instruksi. Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan nilai angka nyata atau merupakan alamat data dalam memori.

Setiap merk PLC memiliki alamat, instruksi, dan operand masing-masing, yang berbeda dengan merk PLC lainnya.

Bahasa Pemrograman
Program PLC dapat dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebut bahasa pemrograman. 

Bentuk program berbeda-beda sesuai dengan Bahasa pemrograman yang digunakan. Bahasa pemrograman tersebut antara lain ladder diagram / diagram tangga, kode mnemonik, diagram blok fungsi, dan teks terstruktur.

Namun, pada umumnya bahasa pemrograman ladder diagram lebih sering digunakan daripada bahasa pemrograman lain.

1. Diagram Ladder
Diagram ladder terdiri atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar, dengan garis bercabang ke kanan yang disebut rung. Sepanjang garis instruksi, ditempatkan kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan. 

Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di sebelah kanan dieksekusi. Contoh diagram ladder ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Diagram Ladder
Sepasang garis vertikal disebut kontak (kondisi). Ada dua kontak, yaitu kontak NO (Normally Open) yang digambar tanpa garis diagonal dan kontak NC (Normally Closed) yang digambar dengan garis diagonal. Angka di atas kontak menunjukkan bit operand.

2. Kode Mneumonik/Instruction List
Kode mnemonik memberikan informasi yang sama persis seperti halnya diagram ladder. Sesungguhnya, program yang disimpan di dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik, 

Bahkan meskipun program dibuat dalam bentuk diagram ladder. Kita perlu memahami kode mnemonik. Berikut ini contoh program mnemonic/instruction list:

Kode Mneumonik
3. Function Block Diagram
Function Block Diagram disajikan dalam bentuk symbol gerbang logika, seperti pada gambar berikut ini:

Logika And aplikasi dari Function Block Diagram
4. Structured Text
Structured text disajikan dalam bentuk bahasa tingkat tinggi, menyerupai struktur bahasa PASCAL, support terhadap loop dan conditional statement, juga support beberapa fungsi matematik. Berikut ini contoh penulisan structured text:

C:= A AND NOT B

Mode Operasi PLC Omron

February 04, 2019


Operasi PLC dikategorikan dalam tiga mode yaitu PROGRAM, MONITOR, dan RUN. Pilihan mode operasi harus dipilih dengan tepat sesuai dengan aktifitas dalam sistem kendali PLC.

Mode PROGRAM digunakan untuk membuat dan mengedit program, menghapus memori, atau mengecek kesalahan program. Pada mode ini, PLC tidak dapat dieksekusi/ dijalankan.

Mode MONITOR digunakan menguji operasi sistem, seperti memonitor status operasi, melaksanakan instruksi force set dan force reset bit Input/Output, merubah SV (Set Value) dan PV (Present Value) timer dan counter, merubah data kata, dan mengedit program online.

Mode RUN digunakan untuk menjalankan program. Status operasi PLC dapat dimonitor dari peralatan pemrogram (software pade computer / Console Pemrograman), tetapi bit tidak dapat dipaksa set/reset dan SV/PV timer dan counter tidak dapat diubah.

Hardware PLC Omron

February 04, 2019

Didalam artikel ini, kita akan membahas tentang komponen yang terdapat dalam hardware PLC Omron CPM2A
PLC OMRON CPM2A
1. Terminal input catu daya
Hubungkan catu daya (100 s.d 240 VAC atau 24 VDC) ke terminal ini.

2. Terminal Ground Fungsional
Pastikan untuk membumikan terminal ini (hanya untuk PLC tipe AC) untuk meningkatkan kekebalan terhadap derau (noise) dan mengurangi resiko kejutan listrik.

3. Terminal Ground Pengaman
Pastikan untuk membumikan terminal ini untuk mengurangi resiko kejutan listrik

4. Terminal catu daya luar
PLC tertentu, misalnya CPM2A dilengkapi dengan terminal output catu daya 24 VDC untuk mencatu daya peralatan input.

5. Terminal input
Sambunglah peralatan input luar ke terminal input ini.

6. Terminal Output
Sambunglah peralatan output luar ke terminal output ini

7. Indikator status PLC
Indikator ini menunjkkan status operasi PLC, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini:
8. Indikator input
Indikator input menyala saat terminal input yang sesuai ON.Indikator input menyala selama refreshing input/ output. Jika terjadi kesalahan fatal, indikator input berubah sebagai berikut:
9. Indikator output
Indikator output menyala saat terminal output yang sesuai on.

10. Analog Control
Putarlah control ini untuk setting analog (0 s.d 200) pada IR 250 dan IR 251.

11. Port peripheral
Sambungan PLC ke peralatan pemrogram : Konsol Pemrogram, atau computer

12. Port RS-232C
Sambungan PLC ke peralatan pemrogram : Konsol Pemrogram, komputer, atau Programmable Terminal.

13. Saklar komunikasi
Saklar ini untuk memilih apakah port peripheral atau port RS-232C akan menggunakan setting komunikasi pada PC Setup atau setting standar.
14. Baterai
Baterai ini memback-up memori pada unit PLC.

15. Konektor ekspansi
Tempat sambungan PLC ke unit Input/Output ekspansi atau unit ekspansi (unit I/O analog, unit sensor suhu).

Komponen PLC (Programmable Logic Controller)

February 04, 2019

Disini kami akan membahas mengenai komponen apa saja yang terdapat pada PLC secara umum.
Komponen-Komponen Pada PLC

1. Catu Daya

Catu Daya merupakan sumber daya untuk bagi PLC, biasanya berupa tegangan AC (120 V / 240 V), atau tegangan DC (24 V).

2. CPU (Central Processing Unit)

CPU atau Processor adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. Ia mengeksekusi program, memproses sinyal input/output, dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar.

3. Memori

Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Ada dua jenis memori yaitu ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. 

Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen, maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM, yaitu EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer. 

RAM digunakan untuk menyimpan status input-output, data berubah sesuai dengan kondisi input-output, data akan kembali ke kondisi awal jika PLC mati.

4. Interface Input dan Output

Interface Input/output adalah perantara dari PLC ke peralatan fisik, seperti sensor dan saklar pada peralatan input, atau kontaktor, lampu, dan buzzer pada peralatan output. Secara umum terdapat 2 jenis modul input/output, yaitu jenis digital dan analog.

Modul input/output Digital berfungsi untuk menghubungkan nilai diskrit (kondisi On atau Off) dengan PLC.

Pada modul input digital tersedia dalam tegangan DC dan AC (umumnya 240 Vac, 120 Vac, 24 Vdc, dan 5 Vdc). Di dalamnya terdapat “optoisolator” untuk mencegah lonjakan tegangan tinggi masuk PLC (sebagai pengaman).

Gambar Interface Input Digital
Pada modul output digital umumnya terdapat 3 jenis modul, yaitu
• Triac output (output tegangan AC)
Gambar Interface Output Digital
• Transistor output (output tegangan DC)
Gambar Interface Output Digital
• Relay output (output tegangan AC/DC)
Gambar Interface Output Digital
Modul input/output analog berfungsi untuk menghubungkan nilai continue dengan PLC. 

Pada modul input analog dapat menerima tegangan dan arus dengan level tertentu (misal 0 – 10 V, 4 – 20 mA) dari input device analog seperti sensor analog dan potensiometer. 

Sedangkan modul output analog dapat memberikan tegangan dan arus dengan level tertentu (misal 0 – 10 V, 4 – 20 mA) pada output device analog seperti motor DC, motor AC, dan control valve.
Gambar Interface Input/Output Analog

5. Peralatan Penunjang

Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC, tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. Peralatan penunjang itu, antara lain:
· Berbagai jenis alat pemrogram, seperti konsol pemrogram, dan software untuk pemrograman PLC.
·  Berbagai jenis memori luar, seperti disket, CD ROM, flash disk.